Ia menyoroti program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan.
“Beasiswa satu keluarga satu sarjana menjadi jalan bagi anak-anak Brebes untuk meraih pendidikan tinggi dan memperbaiki masa depan keluarga,” tegasnya.
Paramitha juga berpesan agar bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta graduasi Program Keluarga Harapan (PKH) dipacu untuk kemandirian ekonomi.
Ia meminta seluruh penerima memanfaatkan dukungan sosial ini sebagai pendorong semangat dalam menata kehidupan.
“Ketika kita peduli dan saling menguatkan, harapan untuk hidup lebih sejahtera akan semakin dekat,” ucapnya.
Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Mahali, memaparkan rincian penyaluran bantuan yang mencakup sektor sosial, pendidikan, hingga penanggulangan bencana alam.
Baznas Brebes membagikan 20 unit kaki dan tangan palsu kepada para mustahik hasil kolaborasi dengan Baznas Republik Indonesia.
Pada sektor pendidikan, program SKSS mengucurkan dana sebesar Rp325 juta bagi 65 mahasiswa di lima perguruan tinggi wilayah Brebes.
Sektor perumahan mendapatkan alokasi Rp77 juta yang dialokasikan untuk pembenahan 10 unit RTLH selama periode Oktober.
Mahali menambahkan pihaknya juga merespons krisis air bersih akibat kekeringan dengan membagikan 65 truk tangki atau setara 260.000 liter air.

