Di sisi lain, para petani menyambut baik kembalinya fungsi lahan pertanian tersebut. Salah satu petani, Masro’i, mengaku bersyukur karena sawah yang sebelumnya tidak dapat digarap kini sudah kembali normal.
“Kami sangat senang. Sekarang sawah sudah bisa digarap lagi. Ini sangat membantu kami untuk kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Solihin, petani lainnya, yang berharap kondisi lahan dapat terus terjaga sehingga hasil panen ke depan bisa kembali maksimal.
Pemulihan ini berdampak langsung pada puluhan hektare lahan sawah di Desa Adisana. Dengan kondisi lahan yang kembali produktif, para petani mulai bersiap memasuki masa tanam padi serta komoditas lainnya yang sempat tertunda akibat bencana.
Lebih dari sekadar pemulihan, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan. Pemerintah desa bersama pihak terkait berencana melakukan penguatan tanggul, penataan aliran sungai, serta peningkatan pengelolaan lingkungan untuk mengurangi risiko bencana serupa.
Dengan kembalinya fungsi lahan pertanian, roda perekonomian masyarakat Desa Adisana diharapkan kembali bergerak. Para petani pun optimistis dapat mengejar musim tanam dan memulihkan hasil produksi yang sempat terhenti.***

