Program ini menghubungkan potensi para santri, petani lokal, serta pelaku usaha di bidang pengolahan kopi.
“Pelatihan usaha kopi mendorong petani, pelaku usaha, dan pesantren membangun kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengolahan serta memperluas nilai tambah produk kopi Brebes,” ungkap Wurja.
Pemkab Brebes berkomitmen mengawal program agar berlanjut hingga tahap pendampingan produksi dan pemasaran.
Sinergi lintas sektor siap diperkuat agar setiap bantuan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Inovasi Pertanian Pesantren Al Hikmah 2
Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2, KH Sholahudin Masruri, menceritakan awal mula pengembangan komoditas kopi sejak 2017.
Ketertarikan tersebut mendorongnya mendampingi petani di kawasan pegunungan Brebes untuk mengoptimalkan hasil lahan.
Sholahudin menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi warga merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Pesantren terus mendorong warga agar terlibat aktif pada sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.
“Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian,” ungkap Sholahudin.
Optimalisasi Aset Wakaf dan Keterampilan Santri
Selain budidaya kopi, Al Hikmah 2 juga mengelola potensi perikanan serta perkebunan buah melon secara produktif.

