TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Menko PM Muhaimin Iskandar Janji Hapus Predikat Brebes Kabupaten Termiskin Jawa Tengah  

×

Menko PM Muhaimin Iskandar Janji Hapus Predikat Brebes Kabupaten Termiskin Jawa Tengah  

Sebarkan artikel ini
Menko PM Muhaimin Iskandar Janji Hapus Predikat Brebes Kabupaten Termiskin Jawa Tengah  
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat A. Muhaimin Iskandar saat memberikan pengarahan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren di Pondok Pesantren Al Hikmah 2, Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Selasa 3 November 2026.
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Menko PM Muhaimin Iskandar beri perhatian khusus hapus kemiskinan di Brebes melalui program pemberdayaan berbasis pesantren di Al Hikmah 2 Sirampog.
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. memberikan perhatian khusus untuk Kabupaten Brebes dalam percepatan pengentasan kemiskinan.

Langkah tegas ini diambil mengingat Brebes masih memegang predikat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah.

Penanganan Khusus dan Kolaborasi Lintas Sektor

Pernyataan tersebut disampaikan Muhaimin saat menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Kawasan Sosial Ekonomi Khusus Pesantren (KSEKP).

iklan

Acara berlangsung di Pondok Pesantren , Desa Benda, Kecamatan , Kabupaten Brebes, pada Selasa 3 November 2026.

Muhaimin menegaskan bahwa masalah kemiskinan di Brebes memerlukan penanganan serius serta aksi nyata secara terintegrasi.

Ia meminta pemerintah daerah, BUMN, pesantren, hingga organisasi masyarakat untuk bersinergi meningkatkan kesejahteraan warga.

Target Hapus Predikat Kabupaten Termiskin

Muhaimin mengkritik status Brebes yang masih berada di urutan teratas angka kemiskinan provinsi.

“Insyaallah saya akan perhatikan Brebes secara khusus supaya Brebes segera tidak menjadi juara. Masa juara kemiskinan tertinggi di Jawa Tengah? Saya minta Gubernur, Bupati, dan BUMN cepat bergerak. Brebes harus segera mengakhiri juaranya,” tegas Muhaimin.

Ia menambahkan bahwa program pemerintah saja tidak cukup untuk mengentaskan kemiskinan tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

Pengembangan potensi lokal dan pembukaan lapangan kerja baru menjadi kunci utama pencapaian target tersebut.

Bantuan Khusus Melalui Pesantren

Sebagai bentuk komitmen, Muhaimin menyiapkan bantuan khusus yang disalurkan melalui Pondok Pesantren .

Bantuan ini ditujukan untuk mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi warga di lingkungan sekitar pesantren.

“Saya nyatakan mulai dari Pesantren ini, insyaallah Brebes segera mengatasi masalahnya dengan secepat-cepatnya. Saya akan berikan bantuan khusus untuk Al Hikmah guna mengatasi kemiskinan di sekitarnya,” ujarnya.

Muhaimin berharap lembaga pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat penggerak ekonomi warga sekitar.

Pesantren diharapkan bisa menghubungkan potensi lokal masyarakat dengan berbagai peluang usaha yang lebih produktif.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Brebes

Wakil Bupati Brebes Wurja menyambut positif langkah Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut.

Pihaknya mengapresiasi penunjukan Brebes sebagai pusat kegiatan pemberdayaan berbasis lembaga keagamaan.

Wurja menilai pesantren memiliki potensi strategis dalam membentuk kemandirian ekonomi sekaligus karakter masyarakat.

Penggabungan pendidikan keagamaan dengan unit usaha dianggap memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Pelatihan Sektor Kopi dan Sinergi Pasar

Salah satu bentuk pemberdayaan yang digulirkan adalah pelatihan pengolahan komoditas kopi lokal Brebes.

Program ini menghubungkan potensi para santri, petani lokal, serta pelaku usaha di bidang pengolahan kopi.

“Pelatihan usaha kopi mendorong petani, pelaku usaha, dan pesantren membangun kerja sama untuk meningkatkan kualitas pengolahan serta memperluas nilai tambah produk kopi Brebes,” ungkap Wurja.

Pemkab Brebes berkomitmen mengawal program agar berlanjut hingga tahap pendampingan produksi dan pemasaran.

Sinergi lintas sektor siap diperkuat agar setiap bantuan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Inovasi Pertanian Pesantren

Pimpinan Pondok Pesantren , KH Sholahudin Masruri, menceritakan awal mula pengembangan komoditas kopi sejak 2017.

Ketertarikan tersebut mendorongnya mendampingi petani di kawasan pegunungan Brebes untuk mengoptimalkan hasil lahan.

Sholahudin menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi warga merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesantren terus mendorong warga agar terlibat aktif pada sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.

“Pesantren kami mencoba menggiring masyarakat untuk bisa berkontribusi tinggi di bidang perekonomian, baik di perikanan, peternakan, ataupun pertanian,” ungkap Sholahudin.

Optimalisasi Aset Wakaf dan Keterampilan Santri

Selain budidaya kopi, juga mengelola potensi perikanan serta perkebunan buah melon secara produktif.

Pemanfaatan aset tanah wakaf terus dioptimalkan agar menjadi sumber kegiatan ekonomi yang memberi manfaat luas.

Sektor pemberdayaan ini diintegrasikan langsung dengan kurikulum pendidikan keterampilan praktis bagi para santri.

Para santri dibekali keahlian khusus seperti pengelasan, tata busana, hingga teknik budidaya perikanan modern.

Melalui pembekalan keterampilan tersebut, para santri diharapkan siap menjadi wirausahawan mandiri setelah lulus.

Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Brebes.***

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P