Portal Pantura – Pagi itu, Alun-alun Hanggawana terlihat lebih ramai dari biasanya. Bukan karena konser musik atau pasar malam, melainkan karena gelaran unik bertajuk Golet Berkah Olih Sing Sampah disingkat G’BOSS.
Warga berbondong-bondong datang, bukan membawa uang, melainkan botol plastik bekas.
Lima botol ditukar satu kilogram telur ayam. Tampak sederhana, tapi memiliki makna yang luar biasa menyelamatkan lingkungan sekaligus menebar kebaikan.
Di tengah keramaian, seorang ibu paruh baya dengan kantong keresek penuh botol tersenyum lebar saat menerima sekilo telur.
“Anak-anak saya suka makan telur, saya juga senang bisa ikut jaga lingkungan,” ujarnya dengan bangga.
Inisiatif ini digagas oleh Yayasan Rumah Pelopor Kepedulian Nusantara (RUKUN), memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Jadi ke-424 Kabupaten Tegal.
Lewat G’BOSS, RUKUN mengajarkan satu hal penting: bahwa sampah bukan akhir dari segalanya. Ia bisa menjadi awal dari perubahan.
Ketua Yayasan RUKUN, Budi Hermanto, percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari rumah.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa sampah yang mereka hasilkan setiap hari diolah. Kami ajak mereka belajar, berbagi, dan bergerak bersama,” kata Budi.
Tak hanya sekadar tukar sampah dan telur, acara ini juga diramaikan edukasi pengelolaan sampah rumah tangga, pameran hasil daur ulang, dan bazar murah.

