Nilai emansipasi, menurutnya, agar dapat ditanamkan secara sederhana melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, seperti seni, budaya, dan permainan edukatif.
Kepala TK Tunas Rimba Bumijawa, Mega Pujiati, melihat kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang sangat efektif.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Perhutani dan YTRP, dianggap perkuat upaya sekolah dalam membangun karakter anak sejak dini, khususnya dalam hal percaya diri, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Puncak acara ditutup penyerahan hadiah kepada pemenang lomba. Sorak-sorai kecil dan tepuk tangan spontan dari anak-anak mewarnai suasana, diikuti sesi foto bersama yang merekam kebahagiaan sederhana namun bermakna.
Lebih dari sekadar peringatan Hari Kartini, kegiatan ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai sejarah dapat dihidupkan kembali melalui pendekatan yang hangat dan dekat dengan dunia anak.
Di Bumijawa, semangat Kartini tidak hanya dikenang, tetapi ditanamkan pelan-pelan tumbuh bersama generasi yang kelak akan melanjutkan cita-cita bangsa.***

