Menurut Azmi, penyebaran informasi yang tepat sasaran dapat membantu masyarakat memahami hak-haknya sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
“Media tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan edukasi publik, terutama terkait program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi peran jurnalis dan aktivis di Brebes yang selama ini aktif mengawal berbagai program pembangunan daerah, mulai dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), akses pendidikan melalui beasiswa, hingga pembangunan infrastruktur.
Dalam diskusi tersebut, para peserta sepakat bahwa independensi pers harus tetap dijaga, namun bukan berarti bersikap pasif terhadap persoalan sosial. Media diharapkan tetap berpihak pada kebenaran dan kepentingan publik.
Pertemuan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan antar berbagai elemen, baik media, aktivis, maupun pemangku kebijakan.
Melalui kolaborasi yang lebih solid, diharapkan ekosistem informasi di Kabupaten Brebes semakin sehat, objektif, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transparansi serta kesejahteraan masyarakat.***

