Portal Pantura, Brebes – Pemerintah Desa Purbayasa, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Langkah nyata ini diwujudkan melalui gelaran Rembug Stunting yang berlangsung di balai desa setempat, Rabu (2/9/2026).
Kepala Desa Purbayasa, Syaefudin, menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang krusial untuk menyusun strategi yang tepat sasaran. Komitmen bersama diperlukan agar penanganan tengkes atau stunting di wilayahnya dapat berjalan lebih optimal dan efektif.
Penurunan Kasus Stunting yang Signifikan
Kerja Sama Semua Pihak Jadi Kunci Utama
Usaha keras masyarakat dan pemerintah desa mulai membuahkan hasil positif. Syaefudin mengungkapkan, jumlah anak yang mengalami stunting di Desanya saat ini tercatat sebanyak 10 anak.
Angka tersebut mengalami penurunan cukup drastis jika dibandingkan dengan data pada tahun 2024 lalu yang mencapai 25 anak. Penurunan ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi gizi dan edukasi kesehatan di tingkat desa berjalan dengan baik.
Camat Tonjong, Lukman Hakim, memberikan apresiasi tinggi atas capaian positif Pemerintah Desa Purbayasa. Ia berharap tren penurunan ini dapat terus dipertahankan secara konsisten.
“Mudah-mudahan angka ini tidak naik lagi, dan syukur-syukur ke depan Desa Purbayasa bisa benar-benar bebas dari stunting,” ujar Lukman.
Pembentukan Kesadaran Kolektif Sejak 2021
Pentingnya Edukasi Berkelanjutan Bagi Penanganan Stunting
Penanganan masalah gizi buruk pada anak terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Tonjong, Iman Sholihin, menjelaskan bahwa isu stunting mulai mendapatkan perhatian serius dan terstruktur sejak tahun 2021.
Menurut Iman, penanganan masalah gizi sebenarnya sudah dilakukan sebelum tahun 2021. Namun, fokus dan penguatan program baru terintegrasi secara masif setelah stunting diangkat menjadi isu prioritas nasional.
Melalui Rembug Stunting ini, seluruh elemen di Desa Purbayasa sepakat untuk memperkuat sinergi. Pemantauan tumbuh kembang anak dan pendampingan keluarga berrisiko akan terus ditingkatkan demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat dan cerdas.***
Tim Redaksi

