UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ragam Informasi

Gagal Verifikasi Wajah Perlinsos Digital Bansos PKH BPNT, Ini Solusinya

×

Gagal Verifikasi Wajah Perlinsos Digital Bansos PKH BPNT, Ini Solusinya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi verifikasi wajah menggunakan ponsel saat melakukan pendaftaran bansos di aplikasi Perlinsos Digital. (Foto: Gemini/Generate AI)
⚡ RINGKASAN
Solusi praktis dan penyebab gagal verifikasi wajah Perlinsos Digital saat mendaftar bansos PKH dan BPNT agar data cepat terverifikasi.

Portal Pantura – Masyarakat kini dapat mendaftarkan diri secara mandiri sebagai penerima bantuan sosial melalui sistem Perlinsos Digital.

Kendati demikian, sejumlah kendala teknis kerap dijumpai warga, salah satunya adalah kegagalan pada tahapan verifikasi wajah.

Mengenal Perlinsos Digital Kemensos

Perlindungan Sosial Digital merupakan sistem integrasi data berbasis Digital Public Infrastructure untuk mendistribusikan bansos secara akurat.

iklan

Layanan terpadu ini memfasilitasi pendaftaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pemerintah sendiri telah mengintegrasikan data lintas delapan lembaga secara real-time guna memastikan bantuan tepat sasaran.

“Program ini diuji pertama kali di Banyuwangi pada September 2025,” tulis keterangan resmi di laman Indonesia Baik milik Kementerian Komunikasi dan Digital.

Sistem baru ini berbeda dengan fitur Cek Bansos yang selama ini umum digunakan oleh masyarakat luas.

Aplikasi Cek Bansos sebatas memeriksa status penerima, sedangkan Perlinsos Digital menangani pembaruan data hingga verifikasi penuh.

Penyebab Gagal Verifikasi Wajah

Tahapan verifikasi wajah sangat krusial karena terhubung langsung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Kendala pembacaan wajah umumnya dipicu faktor pencahayaan ruangan yang kurang memadai atau terlalu gelap.

Posisi wajah yang tidak presisi di tengah layar ponsel juga membuat sistem gagal memindai.

Penggunaan aksesori seperti masker, topi, maupun kacamata hitam turut menyulitkan pemindaian biometrik wajah.

Perbedaan data wajah terkini dengan basis data Dukcapil bisa menjadi pemicu utama gagalnya proses registrasi.

Selain itu, lensa kamera depan yang kotor serta koneksi internet buruk sering mengganggu jalannya verifikasi.

Penggunaan peramban atau browser yang belum diperbarui juga berpotensi menimbulkan masalah teknis pemindaian.

“Verifikasi wajah digunakan guna membantu memastikan identitas orang yang melakukan pendaftaran sesuai dengan identitas yang digunakan,” tulis Kemensos di laman resminya.

Langkah Praktis Mengatasi Gagal Pemindaian

Pengguna disarankan untuk melepaskan seluruh penutup wajah dan mengarahkan pandangan lurus ke kamera ponsel.

Pastikan Anda berada di ruangan berpenerangan cukup serta menghindari posisi membelakangi sumber cahaya.

Bersihkan lensa kamera depan ponsel dan pastikan perangkat terhubung dengan koneksi internet yang stabil.

Jika portal sulit diakses, cobalah berganti peramban seperti menggunakan Google Chrome atau Microsoft Edge terbaru.

Ulangi seluruh tahapan masuk melalui alamat resmi di perlinsos.kemensos.go.id secara cermat.

Solusi Melalui Pendampingan Agen Perlinsos

Masyarakat yang masih mengalami kendala berulang dipersilakan meminta bantuan langsung kepada Agen Perlinsos resmi.

Agen ini terdiri dari pendamping sosial, operator kelurahan, hingga perangkat RT/RW setempat yang ditugaskan.

Selain itu, warga dapat mengontak layanan resmi Kemensos melalui saluran telepon Command Center 171.

Jika masalah bersumber pada ketidaksesuaian data kependudukan, Anda bisa mendatangi kantor Disdukcapil setempat.

Masyarakat diimbau selalu menjaga kerahasiaan data pribadi dengan tidak membagikan kode OTP maupun PIN IKD.***

Julista Putri

Terbaru dari Julista Putri