Dengan sedikit nada humor, Luthfi mengibaratkan kepala daerah yang wajib bertahan di wilayahnya layaknya sosok “Bang Toyib” — yang justru tidak boleh pergi.
“Lebaran itu agenda tahunan. Sebagai pejabat publik kita sudah biasa jadi ‘Bang Toyib’ yang tidak pulang-pulang. Saya ingatkan H-7 sampai H+7 tetap berada di wilayah,” katanya. Ia juga secara tegas melarang kepala daerah melakukan perjalanan pribadi ke luar negeri selama periode tersebut.
Pesan yang Lebih Dari Sekadar Seremonial
Peringatan Luthfi bukan sekadar basa-basi pembuka rapat. Di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap perilaku pejabat daerah, pernyataan ini mencerminkan tekanan nyata agar aparatur pemerintahan Jawa Tengah tidak menambah daftar panjang kepala daerah yang berakhir di balik jeruji besi.
Dengan momentum Lebaran sebagai latar, Pemprov Jawa Tengah berharap seluruh kepala daerah mampu hadir sebagai pelayan publik sejati — bukan hanya saat kamera menyorot, tetapi juga ketika godaan dan celah penyalahgunaan kekuasaan terbuka lebar. ***
Tim Redaksi
