Portal Pantura, Brebes – Dunia pendidikan di Kabupaten Brebes wilayah selatan mendadak tercoreng oleh insiden kekerasan di sebuah SMK Kecamatan Paguyangan. Kasus ini mencuat setelah aksi penamparan oleh oknum guru terhadap siswanya viral dan memicu perhatian.
Beruntung, polemik tersebut tidak berlarut-larut setelah pihak sekolah dan keluarga siswa menggelar mediasi. Pertemuan damai ini sekaligus menjadi momentum penting untuk evaluasi bersama agar insiden serupa tidak terulang.
Mediasi dan Kesepakatan Damai di Sekolah
Musyawarah kekeluargaan ini berlangsung di sekolah dengan menghadirkan wali murid dan pihak manajemen. Hadir pula Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan dan Sarana Prasarana, guru terkait, serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paguyangan.
Hasil mediasi tersebut resmi dituangkan dalam Berita Acara bermaterai. Kedua belah pihak sepakat saling memaafkan dan sepakat tidak memperpanjang masalah ke jalur hukum.
Pengakuan Terbuka dari Oknum Guru
Oknum guru berinisial OK., dengan jujur mengakui kesalahannya. Ia refleks menampar siswa karena emosi setelah mendapat respons menantang saat menegur kegaduhan di kelas.
“Saya sadar betul tindakan saya keliru. Sebagai pendidik, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya dan berjanji tidak akan mengulanginya,” ujarnya.
Di sisi lain, siswa yang bersangkutan juga mengakui kesalahannya karena berkata kasar dan bersikap tidak sopan saat ditegur. Siswa tersebut turut menyampaikan permohonan maaf secara langsung di hadapan forum musyawarah.
Apresiasi Polisi dan Komitmen Evaluasi Total
Babinkamtibmas Aiptu Arif memberikan apresiasi tinggi atas penyelesaian masalah melalui jalur kekeluargaan ini. Ia menilai langkah tersebut menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah.
Perwakilan PCM Paguyangan menambahkan, insiden ini harus menjadi pelejit perbaikan sistem pendidikan karakter. Sekolah didorong agar lebih jeli dan berhati-hati dalam menerapkan pendekatan psikologis kepada peserta didik.
Komitmen Pihak Sekolah Tingkatkan Kenyamanan Belajar
Wakasek Kurikulum Ika Wati, M.Pd., menyambut positif seluruh masukan konstruktif dari berbagai pihak yang hadir. Pihaknya berkomitmen menjadikan peristiwa ini sebagai cermin untuk meningkatkan kualitas pembinaan karakter siswa ke depan.
Dengan tercapainya perdamaian ini, hubungan antara guru dan murid diharapkan bisa kembali harmonis. Sekolah berkomitmen terus menjaga suasana belajar yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh siswa.***
Tim Redaksi
