Portal Pantura, Brebes – Menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) dinilai menjadi langkah mendesak untuk mengantisipasi kejahatan malam yang semakin rawan, terutama maraknya pencurian sepeda motor di wilayah Brebes wilayah selatan. Peran aktif masyarakat dianggap sangat strategis, karena pengamanan tidak mungkin sepenuhnya hanya mengandalkan aparat kepolisian yang memiliki keterbatasan personel.
Suasana malam di sejumlah desa di Kecamatan Bumiayu kini tak lagi sepenuhnya tenang. Beberapa warga mengaku mulai merasa waswas setiap kali memarkir kendaraan di halaman rumah atau garasi terbuka. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa pekan terakhir, kasus pencurian kendaraan bermotor dilaporkan terjadi di sejumlah titik, dengan pola yang dinilai semakin berani.
Peristiwa terbaru yang menjadi perbincangan warga terjadi di Dukuh Kalisalak, Desa Jatisawit. Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga menggunakan senjata api untuk melancarkan aksinya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini meninggalkan trauma dan meningkatkan kecemasan masyarakat sekitar.
Sejumlah warga yang ditemui di sekitar lokasi kejadian mengaku baru menyadari pentingnya ronda malam setelah kasus tersebut terjadi. Sebelumnya, kegiatan siskamling di beberapa lingkungan sempat tidak berjalan rutin.
“Dulu ronda ada, tapi belakangan jarang. Setelah ada kejadian ini, warga mulai sepakat untuk mengaktifkan kembali,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi penerangan jalan yang minim di beberapa sudut permukiman juga disebut menjadi salah satu faktor yang memudahkan pelaku beraksi. Di beberapa lokasi, jalan lingkungan tampak gelap setelah pukul 22.00 WIB, sementara aktivitas warga sudah jauh berkurang.
Kapolsek Bumiayu, AKP Edi Mardiyanto, membenarkan bahwa pihaknya menerima sejumlah laporan terkait pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya. Kepolisian, kata dia, telah meningkatkan patroli malam dan melakukan penyelidikan terhadap kasus yang terjadi, termasuk peristiwa di Desa Jatisawit.
“Kami terus berupaya meningkatkan patroli dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat. Namun kami juga mengimbau agar poskamling di tiap desa kembali dioptimalkan, karena peran masyarakat sangat membantu dalam mencegah kejahatan,” ujar AKP Edi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, menjelang bulan puasa dan Lebaran, tingkat kerawanan biasanya meningkat. Mobilitas warga yang tinggi serta situasi rumah yang kadang ditinggalkan menjadi peluang bagi pelaku kejahatan.
Praktisi hukum Slamet Riyadi, SH, MH, menilai meningkatnya kasus pencurian yang disertai ancaman kekerasan merupakan tanda bahwa kewaspadaan kolektif perlu diperkuat. Ia menekankan bahwa keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat.
“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Siskamling bukan sekadar tradisi lama, tetapi mekanisme sosial yang efektif untuk mencegah kejahatan. Kehadiran warga di lingkungan pada malam hari sering kali cukup untuk membuat pelaku mengurungkan niat,” kata Slamet.
Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan agar sistem ronda malam berjalan teratur dan berkelanjutan, bukan hanya reaktif setelah terjadi peristiwa.
Dari hasil penelusuran di beberapa desa, terlihat tanda-tanda kesadaran itu mulai tumbuh. Warga bergotong royong memperbaiki poskamling, memasang lampu tambahan di jalan lingkungan, dan menyusun kembali jadwal ronda malam secara bergiliran.
Meski sederhana, langkah-langkah tersebut memberi dampak psikologis yang besar. Kehadiran orang yang berjaga membuat lingkungan terasa lebih hidup, sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang biasanya mengincar situasi sepi.
Situasi di Brebes Selatan saat ini menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Tanpa kewaspadaan bersama, kejahatan akan selalu menemukan celah. Namun dengan keterlibatan masyarakat yang kuat, potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini.
Di tengah meningkatnya kerawanan, satu hal menjadi jelas: lampu poskamling yang kembali menyala di sudut-sudut desa bukan sekadar penerang malam, tetapi juga simbol kesadaran warga untuk menjaga lingkungannya sendiri.***
Tim Redaksi

