Peningkatan Layanan Kesehatan Daerah untuk Warga Brebes
Transformasi besar pada fasilitas kesehatan daerah ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang yang sangat positif bagi mobilitas dan efisiensi pengobatan warga setempat. Masyarakat tidak perlu lagi merujuk pasien ke luar kota untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan yang kompleks.
“Ini adalah peluang besar yang sayang jika dilewatkan. Nantinya, warga Brebes tidak perlu lagi bepergian jauh hanya untuk penanganan penyakit berat. Semua bisa ditangani di rumah sakit daerah kita sendiri,” jelas Imam Budiarto dengan nada optimistis.
Komitmen Bersama Mengawal Proses Relokasi Pendidikan
Sekretaris Paguyuban Wali Siswa, Eki Nurwidyhast atau yang akrab disapa Mama Eki, menegaskan kembali bahwa faktor keselamatan, aksesibilitas, serta kenyamanan psikologis anak-anak tetap menjadi fondasi utama pertimbangan mereka. Pihaknya akan terus mengawal proses transisi ini agar berjalan sesuai dengan koridor kesepakatan.
“Kami sudah menilai beberapa opsi, namun dengan tegas kami menolak penempatan di gedung BKPSDMD. Dua pilihan yang kami ajukan dinilai paling tepat untuk kebutuhan belajar anak-anak,” pungkas Eki mewakili suara ratusan orang tua murid. Melalui tercapainya kesepakatan ini, polemik relokasi diharapkan dapat tuntas tanpa merugikan hak anak atas pendidikan yang layak sekaligus mendukung percepatan transformasi fasilitas kesehatan Brebes.***
APPKB kritik keras lambannya Pansus CDOB Brebes Selatan. Mereka ancam gelar kemah di DPRD Jateng tuntut paripurna pemekaran pada Oktober 2026. (Foto: Istimewa)
" data-large-file="https://www.portalpantura.com/wp-content/uploads/2026/10/Agus-Sutiono-700x400.jpg" />
