TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Ancaman Pembekuan Bea Cukai: Sejarah Berulang atau Solusi Efektif?

×

Ancaman Pembekuan Bea Cukai: Sejarah Berulang atau Solusi Efektif?

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi bandara dan bea cukai. Foto: beacukai.
Ilustrasi bandara dan bea cukai. Foto: beacukai.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – mengancam akan membekukan jika kinerjanya tidak membaik. Pernyataan tegas ini muncul karena citra lembaga tersebut dinilai buruk di mata masyarakat dan pimpinan tertinggi negara.

Ancaman ini bukan isapan jempol belaka. Indonesia memiliki preseden serupa pada masa pemerintahan Soeharto.

Sejarah Kelam Indonesia

Masalah sudah mengakar sejak era 1960-an. Pada 1968, Ali Wardhana menemukan praktik korupsi sistematis di lembaga ini.

iklan

Jurnalis senior Mochtar Lubis dalam harian Indonesia Raya edisi 22 Juli 1969 mengungkap kongkalikong antara petugas dengan importir dan penyelundup. Mereka menciptakan denda palsu untuk kepentingan pribadi.

Ali Wardhana sempat menaikkan gaji pegawai hingga sembilan kali lipat pada 1971. Ia juga melakukan mutasi pejabat eselon satu dan dua. Namun penyelewengan tetap terjadi.

Pembekuan pada Era Soeharto

Presiden Soeharto akhirnya mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 1985. Kewenangan dipindahkan ke PT Surveyor Indonesia yang bekerja sama dengan perusahaan Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS).

Keputusan drastis ini diambil setelah berbagai upaya reformasi internal gagal menghentikan penyelundupan dan korupsi.

Kerja sama dengan SGS berlangsung hingga 1997. Setahun kemudian, Indonesia dilanda krisis ekonomi.

Bukti Kebobrokan di Era Modern

Masalah tidak kunjung selesai hingga saat ini. Beberapa kasus besar mencuat dalam beberapa tahun terakhir:

Penyelundupan Nikel: Lima juta ton nikel bocor ke China. Dengan harga sekitar 15.000 dolar per ton, kerugian negara mencapai 75 miliar dolar atau setara 1.200 triliun rupiah.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P