Sementara itu, pemilik lahan Ozzy Sudiro secara tegas menolak ajakan pertemuan dari tim legal pengembang.
Ia menilai pihak perusahaan bersikap arogan layaknya penguasa era feodal.
Ozzy menyebut pola pendekatan yang dilakukan perusahaan kerap merendahkan martabat masyarakat lokal.
Warga yang menolak melepaskan tanahnya seringkali dihadapkan pada tekanan fisik maupun psikologis.
Respons Pihak Pengembang
Di sisi lain, pihak PT Sentul City sebelumnya telah menyatakan keterbukaannya untuk membukan ruang dialog.
Tim legal perusahaan mengklaim memiliki basis data serta dokumen kepemilikan yang sah.
Perwakilan tim legal, Farhan, mengimbau agar kedua belah pihak mau duduk bersama melakukan pencocokan data.
Ia menilai verifikasi dokumen secara transparan adalah kunci penyelesaian sengketa.
Perusahaan mengeklaim memiliki riwayat penguasaan lahan yang menjadi dasar aktivitas di lokasi tersebut.
Kendati demikian, warga tetap mendesak agar aktivitas alat berat dihentikan sementara.
Tim Redaksi


